Geliat China dan Kita

Isyarat kedatangan suatu kekuatan besar sering terjadi dengan cara yang tidak lumrah. Pada suatu waktu di abad ke-13, harga ikan di Harwich, sebuah pelabuhan di Laut Utara meningkat tajam. Bagaimana bisa dijelaskan kenaikan harga ikan itu? Ternyata para pelaut di Baltik sedang dikerahkan untuk memerangi musuh-musuh berkuda yang datang dari timur. Kapal-kapal di Baltik tidak mempunyai awak untuk mencari ikan. Hal ini mengurangi pasokan ikan ke Harwich, sehingga harga pun naik. Ketika itu Mongolia sedang melakukan invasi ke Eropa.
Ketika di Chicago ditemukan bahwa 150 tutup gorong-gorong lenyap dalam satu bulan, ratusan tutup lubang selokan hilang dalam beberapa hari di Scotlandia, apa yang bisa dijelaskan? Geliat China! Sebuah pabrik baja Shagang, di kota Jinfeng, di hilir sungai Yangtze sedang berkembang pesat. Permintaan pabrik itu telah mendongkrak harga besi tua mencapai rekor tertinggi. Barang-barang yang hilang tadi dijual untuk selanjutnya diangkut dengan kapal menuju China untuk mensuplai pabrik baja Shagang. Pabrik yang didirikan dengan cara membeli pabrik baja kenamaan di Dortmund, Jerman, ThyssenKrupp, yang telah beroperasi selama 200 tahun. Pabrik inilah yang mensuplai kebutuhan perang Kerajaan Prussia dan Jerman pada tahun 1870, 1914 dan 1939 berupa meriam, tank, selongsong dan lapisan baja untuk kapal perang. Bekas karyawan ThyssenKrupp di Dortmond, termasuk salah satu komunitas di atas bumi yang merasakan guncangan China yang sedang bangkit.
Kini di sudut-sudut dunia manapun telah merasakan kebangkitan sekaligus ancaman ekonomi China, bukan cuma Indonesia. Dan, semua orang menanggapi dengan negatif jika investor China masuk ke Indonesia. Dari Afrika, Eropa, Asia, Amerika, Amerika Latin dan Australia semua dibanjiri produk China, dari mainan anak hingga mobil. Perusahaan kontraktor dan tambang China pun mulai memenangkan tender-tender besar di beberapa belahan bumi.
Di Amerika Serikat banyak pabrik atau industri manufaktur kelas menengah dan kecil penyuplai pabrik besar semacam Boeing gulung tikar. Pabrik besar sekelas Boeing lebih senang melakukan outsourcing untuk pembuatan komponennya ke China.
Dalam perjalanan sejarahnya, China pernah mengalami jaman gemilang, surut dan bangkit lagi. Pada 1400, orang China secara rata-rata lebih kaya dari orang Eropa dengan penghasilan rata-rata $500 (standar 1985), Eropa Barat berpenghasilan $430. Pada 1820 pendapatan per kapita China tetap berkisar $500, sementara Eropa menjadi $1034. Pada tahun 1950 pendapatan orang China menurun menjadi $454, sementara Eropa telah mencapai $4902. Begitulah catatan Angsu Madisson dalam Dynamic forces in capitalism development in long-run comparative view seperti dikutip oleh James Kynge, koresponden Financial Times dalam bukunya Rahasia Sukses Ekonomi China. Pada tahun 1975 penghasilan China hanya 7, 5% dari penghasilan Eropa Barat. Namun pada 2000 penghasilan China 20% lebih tinggi dari Eropa, seperti pada tahun 1850 saat terakhir jurang kekayaan begitu sempit antara keduanya. Pada 2004 ekonomi China tumbuh 9.5% , pertumbuhan tertinggi yang belum pernah terjadi pada perekonomian besar mana pun di dunia.
Orang umumnya setuju bahwa kemajuan yang dicapai China sekarang sebagai buah dari reformasi pasar bebas yang dilakukan Deng Xiaoping secara terencana dari atas ke bawah (top down) sejak 1978. Menurut versi ini, sejak awal sudah ada master plan reformasi yang terstruktur dan bertahap.Namun kenyataannya tidak serapi itu, banyak kejadian penting yang mendorong kemajuan China terjadi tanpa rencana dan bahkan kebetulan. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kebijakan Deng pada tahun 1980-an telah membawa banyak perubahan dan memperbaiki kehidupan jutaan rakyat China. Tetapi jika dicermati, peningkatan kemakmuran masa itu juga dikarenakan kegagalan-kegagalan pelaksanaan kebijakan-kebijakan Deng.
Pada tahun 1979 para petani di China mengolah lahan pertanian hasil penjatahan dengan cara membentuk kelompok kerja lebih kecil yang berbeda dari sistem komunal jamannya Mao yang belum direvisi oleh Deng. Para pejabat lokal mengetahui hal ini dan membiarkannya karena produktivitas mereka naik tajam.Tahun 1984 panen gabah nasional naik menjadi 407 juta ton dari 305 juta ton pada 1978. Orang-orang di sekitar Delta Sungai Pearl yang berdekatan dengan Hong Kong dan di Provinsi Zhejiang dan Jiangsu di utara dan selatan Shanghai mulai membangun perusahaan-perusahaan yang di atas kertas berkarakter sosialis dan milik negara, tapi dalam kenyataannya berkarakter kapitalis dan milik swasta. Cara yang digunakan dalam ‘pembangkangan’ ini adalah permainan kata kolektif.

Ketika Mao menggunakannya, kata itu berarti sebuah perusahaan secara keseluruhan milik negara tetapi melalui lebih dari satu cabang perusahaan itu. Dalam perwujudan barunya, kolektif juga bisa berarti sekumpulan pemilik swasta atau kepemilikan sebagian oleh sejumlah pengusaha swasta. Kesediaan para pejabat daerah untuk tidak mematuhi Beijing merupakan komponen penting dalam reformasi pasar bebas tahun 1980-an dan terus berlanjut hingga 1990-an.Pemerintah daerah menarik investor perusahaan dengan menawarkan paket insentif yang sering kali ilegal. Akhirnya semua kenyataan itu menunjukkan bahwa Deng bukan arsitek reformasi pasar bebas seperti yang selama ini diyakini umum. Ketidakpatuhan para para pejabat daerah pada kebijakan-kebijakan pemerintah pusat, pembangkangan petani dan kreatifitas wiraswastawan secara bersama-sama merupakan bagian penting dari kemajuan China..

Kemajuan tidak harus merupakan hasil dari suatu perencanaan yang rapi, terpusat dan bertahap. Tentu saja kita tidak menginginkan sesuatu program besar dilakukan tanpa rencana yang rapi dan bertahap. Di sela kekurangan perencanaan yang matang masih dimungkinkan tercapainya hasil-hasil yang menakjubkan jika ada individu dan kelompok yang bekerja keras, kreatif melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan. Dalam suatu bangsa yang berpenduduk besar, berpulau-pulau dengan potensi lokal yang bervariasi sangat tinggi, barangkali kita bisa meniru apa yang dilakukan orang dan pejabat di China. Sudah ada beberapa contoh yang sebenarnya bisa diambil sebagai teladan. Selain bukti bahwa Indonesia juga pernah mempunyai sejarah gemilang yakni jaman Majapahit dan Sriwijaya, ada beberapa contoh yang bisa dijadikan panutan. Apa yang dilakukan Bupati Bantaeng, Wali Kota Surabaya, Bupati Banyuwangi dan juga Bupati Bojonegoro, termasuk Gubernur DKI dalam era otonomi sudah cukup menjadi pemicu bagi bupati dan kepala daerah lain lain untuk memajukan daerahnya dalam berbagai cara.
Nurdin Abdullah Bupati Bantaeng, selama 7 tahun bekerja keras untuk memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantaeng dan hasilnya memang mengalami pertumbuhan dari 4,7 persen menjadi 9,2 persen. Kini Bantaeng menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.Sejak Nurdin menjabat sebagai Bupati Bantaeng, perubahan dalam bidang pelayanan kesehatan pun sangat terasa. Ia menciptakan layanan kesehatan ‘mobile ambulans’ yang beroperasi selama 24 jam.Nurdin memodifikasi mobil Nissan Elgrand yang merupakan hibah dari pemerintah Jepang untuk dijadikan ambulans.Prestasi itu bahkan terdengar sampai ke luar negeri seperti, yaitu Amerika Serikat. Konsul Jenderal Amerika Serikat Joaquin Monserrate terbang ke Bantaeng pada akhir 2014 lalu untuk melihat langsung pertumbuhan ekonomi dan layanan kesehatan ala Nurdin.
Begitu juga Risma yang mengubah SPBU bermasalah menjadi taman hijau sebagai paru-paru kota sekaligus tempat rekreasi bagi orang-orang biasa tanpa harus membayar. Ia juga memasang box culvert di sungai-sungai pinggir jalan sempit untuk dijadikan jalan sehingga bisa memperlebar jalan. Sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya. Bahkan jalan-jalan kecil pun di kanan kiri dipasang box culvert sebagai upaya menampung air hujan sehingga mengurangi banjir pada jalan-jalan yang sebelumnya tidak ada drainasenya. Jalan-jalan besar diupayakan ada jalur pedestrian untuk pejalan kaki, lihat saja jalan Gubeng yang jadi cantik berkat polesan Risma.
Suyoto, Bupati Bojongoro juga membuat prestasi gemilang mengatasi banjir, mengatasi kekeringan, fasiltas kesehatan dsb. Bojonegoro maju dibawah kang Yoto. Bupati Azwar Anas dari Banyuwangi juga tidak kalah hebat. Dalam usianya yang masih muda namun berpengalaman ini mampu menyulap Banyuwangi menjadi kota wisata dan penghasil komoditas pertanian yang handal. Begitu juga Ahok yang walaupun kontroversial , membuat Jakarta berbeda sekali dengan era sebelumnya. Masyarakat Jakarta bia merasakan sendiri geliat Jakarta di bawah Ahok.
Mereka melakukan kreatifitas individu yang menakjubkan. Para bupati yang diceritakan tadi bukan berasal dari pemda yang kaya dari segi pendapatan atau sumber alam. Tetapi mereka melakukan sesuatu yang bahkan tidak dilakukan para bupati di sejumlah Pemda kaya seperti Sidoarjo, Bekasi, Depok , Kudus, Kediri, Gresik, Kutai, Pekanbaru, Siak atau Pasuruan. Mereka tidak meniru apa yang dilakukan pemerintah pusat dan bahkan tidak menunggu instruksi. Jika semakin banyak para pejabat, pemimpin atau individu bisa melakukan hal-hal positif di luar kebiasaan maka secara agregat akan mampu menciptakan kemajuan masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s